Najma Latifa

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Keadaan kritis

Hari per-hari, pekan demi pekan, bulan pun berganti bulan, tahun bahkan berganti baru. Pada tanggal 02 maret 2020, dia datang ke tanah airku mengubah sesuatu dan segala yang ada di negara ini dan bahkan didunia ini. Dia CORONA datang tak diundang dan tak tau kapan dia akan pergi dari tanah airku. Keadaan sekarang mencekik dunia ini, keadaan pula yang mencekik perekonomian indonesia, menambah beban dunia, menyusahkan segala perekonomian masyarakat. Yang miskin tambah miskin, yang melarat makin melarat yang kaya akan merasa tersiksa karena kebutuhan yang susah dipenuhi karena masalah ekonomi.

Karena pekerjaan harus dibatasi oleh kegiatan, waktu, suasana dan keadaan yang tidak memungkinkan karena penyakit ini yang melanda dunia ini. Menyebarkan virus kemasyarakat, ke pejabat-pejabat tinggi bahkan berbagai negara, membunuh beribu-ribu manusia didunia. Tapi kita tidak bisa menyalahkan siapapun karena semua yang terjadi di dunia ini bukanlah kehendak kita melainkan yang maha kuasa, yang menguasai semesta alam.

Sudah lama kita tidak bertatap muka, saling bertukar pikiran, berdiskusi, bercanda ria, belajar bersama, duduk dan belajar dikursi dan bangku dikelas bersama teman-teman. Tidak ada lagi makan bersama, satu piring ber-enam, tidur bersama dengan alas kasur seadanya dalam satu kamar sederhana, mengantri dikantin, mengantri di wc dengan kata “BADA’ki”, shalat berjama’ah dimesjid, mengaji bareng dan segala kegiatan yang kami lakukan bersama.

Dipondok ini, di PPM Rahmatul asri tempatku menuntut ilmu , rumah keduaku, tempat yang paling membanggakan buatku karena menjadi salah satu santrinyaa, menyimpan sejuta kenangan dan cerita yang indah, penuh suka dan duka yang sangat berkesan dalam hidupku. Namun untuk saat ini tiada lagi yang dilakukan bersama-sama, karena yang telah megubah segalanya, kini belajar telah diganti dengan belajar online. Semua serba online bahkan para pekerja kantoran tidak lagi berkunjung dan bekerja di kantor segala dilakukan secara online. Guru dan pegawai pun harus mengajar dan meeting secara online. Kai para sisiwa tidak lagi bertatap muka dengan guru. Ulangan pun kami dilaksanakan secara online.

Kekurangan kami pun banyak dalam belajar online. Misalnya, kekurangan dalam memehami materi pelajaran, jaringan yang sering tidak memadai, sinar biru juga berdampak negatif kepada mata,dan dari pegamatan ku sendiri adalah banyaknya siswa yang kurang perhatian kepada grup pelajaran karena banyak-nya pengaruh, contohnya game, pengaruh lindungan dan banyak pengaruh lainnya.belajar online juga memalaskan seseorang untuk memegang dan membaca buku karena mereka mengandalkan akses internet untuk mencari dan belajar di internet (hp, lettop, dan berbagai akses internet lainnya.)

Tapi satu hal yang aku syukuri dari keadaan ini (corona) dan belajar online adalah bisa merasakan tinggal lebih lama dirumah bersama keluarga. Ini tidak bisa kusebut libur, karena kami hanya dipulangkan kerumah demi menghindari penyebaran covid-19. Padahal tidak pernah terbesit dipikiranku aku akan tinggal dirumah selama itu dan merasakan yang namanya belajar online.

Kami adalah seorang “Santri” salidaritas, kebersamaan, kerja sama adalah kebiasaan kami. Makan bersama, tidur bersama bahkan melanggar dan dihukum pun beramai-ramai dan itu yg kami rasakan sebagai santri. Kalian harus tau bahwa hal itu adalah spesial buatku dan sangat berkesan didalam hidupku. Itulah mengapa aku rindu bersua.

Kami juga seorang “Pelajar Indonesia” dan kewajiban kita sebagai pelajar adalah belajar. Dimanapun kita berada dan dalam keadaan apapu kita, kita tetap harus belajar. Ya.... contohnya dalam keadaan kita saat ini ,kita, kita tetap harus belajar walaupun tidak lansung bertatap muka dengan pemberi ilmu.

Karena kita sekarang adalah pemuda- pemudi indonesia yang akan dibutuhkan bangsa di masa depan. Karena kalau bukan kita siapa lagi?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali